Apakah Kekaisaran Utsmaniyah pernah berencana menjajah Benua Amerika ?

0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
Artikel Terbaru Lainnya :






AHA! Nemu pertanyaan brilian! Apakah Kekaisaran Utsmaniyah pernah berencana menjajah Benua Amerika?
\
Jawaban singkat: pernah berniat, tapi gak pernah kesampean.
Jawaban lengkap:
Portugal vs Ottoman
Pada awal abad 16, monopoli perdagangan sutra dan rempah di Eropa dimonopoli oleh Venesia. Jalur masuknya itu dari Jalur Sutra lewat Ottoman di selat Bosporus atau lewat Rute Rempah di Samudra Hindia dan masuk melalui Mesir yang dikuasai Kesultanan Mamluk. Barang-barang ini sudah mahal waktu sampai di Eropa.
Pada tahun 1500an, penjelajah-penjelajah Portugis yang berupaya mencari sumber dari barang-barang eksotis itu sudah menemukan jalur ke India tanpa lewat Mamluk dan Venesia. Bartolomeu Dias dan Vasco de Gama sudah menyusuri pesisir Atlantis dari benua Afrika sampai mengitari Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) memasuki samudra Hindia.
Waktu Dias kembali ke Portugis, berita bahwa Christopher Colombus sudah menemukan daratan baru bagi tahta Spanyol sudah menyebar. Tapi Colombus tidak membawa rempah-rempah, jadi pihak Portugis mengambil kesimpulan "Oh itu bukan India" dan memfokuskan ke rute mengitari Afrika saja, supaya bisa beli rempah-rempah dari India tanpa lewat monopoli Mamluk dan Venesia.
Masuk ke tahun 1500an, kapal-kapal Portugis yang mulai meramaikan rute baru ini bentrok dengan para pelaut dan pedagang Arab yang sudah memenuhi rute dagang samudra Hindia dari dulu. Karena konflik ini Portugal akhirnya memblokade Laut Merah, sehingga menyebabkan Kesultanan Mamluk melemah dan akhirnya Mesir pun jatuh ke tangan Ottoman, yang lalu membuka akses Ottoman ke jazirah Arab, Mesopotamia, Laut Merah, Teluk Persia dan akhirnya Samudra Hindia.


Teritori Ottoman di akhir abad 16. Perhatikan bagaimana Selat Gibraltar tidak berada di bawah kekuasaan Ottoman.

Itu berarti Ottoman sekarang sudah punya akses ke Rute Rempah di Samudra Hindia, selain perairan Laut Mediterania. Dari sini Ottoman seharusnya sudah bisa mengirim kapal-kapal penjelajahnya ke benua Amerika. Dan memang Ottoman sempat punya niat begitu.
Pada tahun 1517, Ahmed Muhiddin Piri atau Piri Reis - Wikipedia, menghadap Sultan Selim dengan peta dunia buatan dia (Piri Reis map - Wikipedia). Dia menyusun peta ini dari berbagai sumber, termasuk peta Colombus. Di peta itu Amerika Utara dinamai Vilayet AntiliaVilayet adalah bahasa Turki untuk kata Arab wilayah yang artinya provinsi. Ini menunjukkan bahwa Ottoman pernah punya niat untuk mengkolonisasi Amerika.
Peta Reis itu mencantumkan nama-nama dari peta Colombus yang sudah diturkifikasi, didapat dari beberapa pelaut Colombus yang ditangkap oleh AL Ottoman atau intel-intel muslim yang memata-matai situasi di Iberia.
Fragmen dari peta dunia pertama dari Piri Reis
Apakah AL Ottoman Tidak Punya Kemampuan Mengarungi Samudra?
Salah satu argumen mengatakan bahwa AL Ottoman tidak punya kemampuan dan teknologi untuk menyeberang samudra. Namun ini kelihatannya debatable karena kenyataannya AL Ottoman bisa mengarungi samudra Hindia sampai ke Aceh pada 1564 dalam perang Aceh-Portugis. Tahun 1627 juga bajak-bajak laut (corsair) Barbary sudah berhasil mencapai Islandia. Dan harus dicatat bahwa pelaut-pelaut Portugis memiliki pengetahuan dan teknologi navigasi laut salah satunya karena mengambil dan meniru dari pelaut-pelaut Arab. Jadi saat itu dunia muslim sudah punya kecakapan untuk menyeberang samudra.
Tantangan Geografi
Kalau begitu, kenapa kolonisasi Amerika tidak terlaksana?
Tantangannya adalah geografi. Untuk keluar dari Laut Mediterania memasuki Samudra Atlantik kapal-kapal Ottoman harus melewati selat Gibraltar yang sempit, di mana sebelah utaranya dipegang oleh Spanyol yang bermusuhan dengan dunia muslim.
Ini menyebabkan Ottoman sulit untuk keluar dari Laut Mediterania. Satu-satunya cara adalah lewat Laut Merah, Samudra Hindia, dan mengitari Tanjung Harapan menuju Samudra Atlantik (melawan arah dari rutenya Bartolomeu Dias dan Vasco De Gama). Ini berarti rute yang lebih panjang dan mahal dibanding rute negara-negara Eropa.
Itu pun di Samudra Hindia AL Ottoman masih harus bersaing dengan AL Portugis yang sudah punya pangkalan-pangkalan AL dan pos-pos dagang di sepanjang pesisir Samudra Hindia. Sehingga Samudra Hindia tidak terlalu aman untuk kapal-kapal Ottoman.
Alternatif lain adalah menguasai Afrika Utara. Bisa jadi ini salah satu alasan kenapa Ottoman berusaha menaklukkan Afrika Utara sampai sejauh mungkin ke arah Barat. Laksamana Hayreddin Barbarossa - Wikipedia berhasil menendang Spanyol dari Afrika Utara dan menancapkan bendera Ottoman dari Libya sampai Aljazair.
Tapi kemudian Ottoman mentok di Kesultanan Maroko. Di abad 16 itu Maroko diperebutkan antara dinasti Wattasiyah di utara dan dinasti Saadi di selatan. Ottoman mendukung Wattasiyah tapi karena lemah Wattasiyah malah tergusur dan Saadi menguasai Maroko. Setelah itu Ottoman masih berupaya untuk merekrut dinasti Saadi untuk menjadi vassal Ottoman, tapi ditolak mentah-mentah oleh sultan Mohammed al-Sheikh. Sultan Suleiman the Magnificent - Wikipedia akhirnya mengirim pembunuh untuk membunuh al-Sheikh dan membawa kepalanya ke Konstantinopel, tapi pada dasarnya dinasti Saadi tidak mau tunduk pada Ottoman. Mereka malah bekerja sama dengan Spanyol untuk memerangi Ottoman.
Jadi sampai di sini kita bisa lihat bahwa Ottoman mau ke Atlantik tapi mentok di Gibraltar, mentok di Maroko, yang ada harus ngiterin benua Afrika jauh banget dari Laut Merah. Belum lagi ketemu sama kapal-kapal Portugis sialan. Suleyman tidak punya banyak pilihan untuk ngotot ke Amerika.
Tapi, kenapa juga harus ngotot ke Amerika?
Di abad 16, keuntungan dari benua Amerika belum diketahui. Ekspedisi negara-negara Kristendom Eropa di awal-awal pun ke benua Amerika lebih banyak ruginya. Jadi secara alami Suleyman dan sultan-sultan penerusnya akan lebih fokus untuk melakukan perdagangan di Samudra Hindia dan Jalur Sutra yang jelas-jelas sudah terbukti menguntungkan selama ratusan tahun. Peninggalan dari kekayaan Ottoman dan Venesia yang bisa kita lihat sampai sekarang adalah bukti betapa menguntungkannya perdagangan sutra dari China dan rempah-rempah dari India dan Nusantara.
Pertempuran Lepanto
Ada satu faktor lagi yang secara tuntas mengakhiri niat Ottoman untuk menjelajah Amerika: Pertempuran Lepanto (Battle of Lepanto - Wikipedia) pada 1571. Pertempuran ini menghancurkan AL Ottoman secara total, sehingga walaupun AL Ottoman sudah dibangun lagi dalam beberapa tahun setelahnya, Ottoman kehilangan pelaut-pelautnya yang terbaik di pertempuran itu.
Lukisan AL Ottoman di Pertempuran Lepanto oleh Tommaso Dolabella (1632)
Dan dengan meninggalnya Sultan Suleyman the Magnificent, Imperium Ottoman sudah melewati masa puncak kejayaannya. Setelahnya adalah kemerosotan sampai bubar di abad 20.
Referensi
Referensi untuk tulisan saya ini saya dapat dari channel Youtube Kings and Generals yang saya sangat rekomendasikan untuk belajar sejarah.



Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Apakah Kekaisaran Utsmaniyah pernah berencana menjajah Benua Amerika ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya sobat 🙂

Artikel Terkait Lainnya



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini