Arti Kode Plastik Dan Cara Menggunakannya, Waspada Ada yang Menyebabkan Kanker

0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
Artikel Terbaru Lainnya :






Hai Sobat Unik ! Di zaman sekarang, kita bisa dengan begitu mudah menemukan plastik maupun barang-barang yang terbuat dari bahan plastik yang bertebaran di mana-mana. Karena memang hampir semua orang di dunia ini menggunakan plastik untuk berbagai keperluannya.

Mulai dari tempat minuman kemasan, wadah barang belanjaan, alat alat rumah tangga, seperti ember, gayung, topless untuk kue dan lainnya


Arti Kode Plastik Dan Cara Menggunakannya, Waspada Ada yang Menyebabkan Kanker 


Ramainya kampanye pengurangan penggunaan plastik pun mulai banyak bermunculan di berbagai belahan dunia oleh berbagai lapisan masyarakat, baik dari aktivis lingkungan, akademisi, hingga politikus. Karena kita tahu bahwa plastik tidak dapat terurai dengan cepat seperti bahan-bahan organik sehingga dapat menimbulkan timbunan sampah plastik dengan jumlah yang banyak .

Selain bisa menimbulkan tumpukan sampah, ternyata penggunaan plastik juga harus diperhatikan dengan saksama. Karena tiap plastik memiliki unsur dan kandungan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk barang-barang yang terbuat dari plastik terdapat kode berbentuk logo daur ulang yang menandakan kandungan plastik tersebut (kode plastik).


Arti Kode Plastik Dan Cara Menggunakannya, Waspada Ada yang Menyebabkan Kanker 



Kode ini sendiri diciptakan oleh Society of the Plastics Industry (SPI), pada tahun 1988, sebagai sistem pengklasifikasian barang-barang yang terbuat dari plastik sehingga para konsumen dan orang-orang yang menggunakan barang tersebut bisa mengetahui barang tersebut bisa digunakan untuk apa saja dan bisa digunakan dalam berapa kali penggunaan.

Lalu, apa saja kode-kode plastik tersebut? Dan memiliki maksud apakah kode tersebut? Apakah berbahaya bagi kesehatan kita?

Berikut 7 Arti Simbol Kode Plastik yang Jarang Kita Ketahui ini.




Arti Kode Plastik Dan Cara Menggunakannya, Waspada Ada yang Menyebabkan Kanker 


Pada kemasan yang terbuat dari plastik, biasanya ditemukan simbol atau logo daur ulang yang berbentuk segi tiga dengan kode-kode tertentu. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).

Simbol daur ulang (recycle) menunjukkan jenis bahan resin yang digunakan untuk membuat materi. Simbol ini dibentuk berdasar atas Sistem internasional koding Plastik dan lazim digambarkan sebagai angka (dari 1 sampai 7) dilingkari dengan segitiga atau loop segitiga biasa (juga dikenal sebagai Mobius loop), dengan akronim dari bahan yang digunakan, tepat di bawah segitiga.



Berikut 7 jenis plastik yang sering digunakan manusia, arti kode plastik dan contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

#1 – PET (Polyethylene Terephthalate)

PET adalah salah satu jenis plastik yang paling sering digunakan dalam produk makanan dan minuman. Umumnya PET ditemukan pada sebagian besar botol air mineral. Hal ini dimaksudkan untuk aplikasi penggunaan tunggal; penggunaan berulang meningkatkan risiko pencucian dan pertumbuhan bakteri.

Produk yang terbuat dari plastik PET wajib didaur ulang tapi tidak digunakan berulang.

#2 – HDPE (High-Density Polyethylene)

HDPE adalah plastik kaku yang digunakan untuk membuat botol susu, deterjen dan minyak botol, mainan, dan beberapa kantong plastik. Plastik HDPE adalah plastik yang paling sering didaur ulang dan dianggap sebagai salah satu bentuk plastik yang paling aman.

Produk yang terbuat dari HDPE yang dapat digunakan kembali dan didaur ulang.

#3 – PVC (Polyvinyl Chloride)

PVC adalah plastik yang mudah dibentuk, digunakan untuk membuat pembungkus makanan, botol minyak goreng, balon air, dan mainan anak-anak. PVC bisa juga digunakan sebagai bahan pelindung kabel, dan pipa plastik. Karena PVC relatif tahan terhadap sinar matahari dan cuaca, PCV juga digunakan untuk membuat bingkai jendela, selang, bedeng dan teralis.

PVC mengandung komponen berbahaya sehingga penggunaannya dapat diaplikasikan dengan benar agar tidak memperburuk kesehatan.

#4 – LDPE (Low-Density Polyethylene)

LDPE sering ditemukan pada kantong kresek, botol yang bisa diperas, dan jenis kantong plastik yang digunakan untuk paket roti. Pastik kantong belanja yang digunakan di sebagian besar toko-toko saat ini dibuat dengan menggunakan plastik LDPE. Beberapa pakaian dan furnitur juga menggunakan jenis plastik ini.

LDPE dianggap kurang beracun dari plastik lainnya, dan relatif aman untuk digunakan.

#5 – PP (Polypropylene)

Polypropylene adalah plastik yang tangguh dan ringan, dan memiliki kualitas tahan panas yang sangat baik. Berfungsi sebagai penghalang terhadap kelembaban, minyak dan bahan kimia. Ketika anda mencoba untuk membuka lapisan plastik tipis dalam kotak sereal, itu adalah polypropylene. Hal ini membuat sereal anda kering dan segar. PP juga biasa digunakan untuk ember, botol plastik, margarin dan kontainer yogurt, tas keripik kentang, sedotan, pita dan tali.

PP dianggap aman untuk digunakan kembali dan merupakan jenis plastik terbaik untuk kebutuhan dapur.

#6 – PS (Polystyrene)

Jenis ini memiliki ciri kaku, getas, buram, terpengaruh lemak dan pelarut, mudah dibentuk dan melunak pada suhu 95 derajat celcius.

Sterofoam memang bahaya, terlebih jika terpapar suhu panas karena bahan kimia berbahayanya mudah bermigrasi ke makanan dan ini sulit diolah oleh lingkungan jadi disarankan perhatikan lagi penggunaannya.

#7 – Plastik Lainnya (BPA, Polycarbonate dan LEXAN)

Ditandai dengan logo segitiga bernomor 7 pada kemasan yang biasanya berjenis polikarbonat (PC) dengan ciri tidak mudah pecah, ringan, jernih, secara termal sangat stabil. PC biasanya digunakan untuk galon air mineral 19 liter, botol air minum, dan botol susu bayi.

Kode plastik #7 dapat ditemukan juga pada suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.

Tabel Kode Plastik Dari BPOM






Berbahayakah penggunaan berulang pada botol Aqua?

Pasti kita sering dengar atau membaca tulisan-tulisan di media, bahwa botol plastik air mineral / aqua (kode botol: PET / #1) itu tidak boleh digunakan berkali-kali, karena bisa menjadi racun atau karsinogenik.

Setelah saya cari tahu, ternyata botol minum plastik / aqua itu (PET) tidak mengapa jika digunakan berkali-kali, asal tidak kotor, lecet, dan kemasukan air panas.

Yang berbahaya itu jika botol air tersebut (PET) dimasukkan air mendidih. Jenis plastik PET mulai luruh jika terkena air dengan suhu > 93 C.

FDA Amerika Serikat menyatakan, penggunaan plastik PET dimungkinkan dalam aplikasi yang bersentuhan dengan makanan, termasuk makanan dan minuman kemasan, terlepas dari apakah kemasannya ditujukan untuk peggunaan tunggal atau berulang. Botol minuman PET yang dijual di Amerika Serikat dirancang untuk penggunaan tunggal untuk alasan ekonomi dan budaya, bukan karena masalah keamanan apapun terhadap PET.

Bahkan, botol plastik yang dibuat dengan resin PET -yang sama dengan botol sekali pakai-, aman digunakan kembali di sejumlah negara. Satu-satunya perbedaan dengan botol isi ulang adalah bahwa botol isi ulang memiliki dinding samping yang lebih tebal, yang memungkinkan untuk menahan kekuatan mekanik yang terlibat dengan koleksi industri, pencucian, dan operasi pengisian ulang.

Sumber bacaan:
http://en.wikipedia.org/wiki/Plastic_bottle
http://en.wikipedia.org/wiki/Resin_identification_code
https://www.ebottles.com/articles/bottlesafety.htm#40
http://eartheasy.com/blog/2012/05/plastics-by-the-numbers/
http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_water_disinfection#Cautions
http://kompasiana.com/post/read/468435/2/waspada-apakah-galon-air-minum-anda-ber-kode-petpete.html









Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Arti Kode Plastik Dan Cara Menggunakannya, Waspada Ada yang Menyebabkan Kanker

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya sobat 🙂

Artikel Terkait Lainnya



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini