Sejarah Malaysia Bisa Mendapatkan Kemerdekaannya Dari Inggris Tanpa Berperang

0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
Artikel Terbaru Lainnya :






Bagaimana Malaysia bisa mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris tanpa berperang? Mengapa Inggris memberi mereka kemerdekaan meskipun tidak ada perlawanan?


Mengapa? Karena Inggris telah melakukan kesalahan besar di kawasan Malaya
.
Dari tahun 1850 sampai 1920-an, Inggris terus mendatangkan imigran dari India dan Cina yang memiliki peran lebih besar dalam ranah ekonomi dan politik di Malaya. Orang India contohnya tidak hanya dijadikan sebagai pekerja di perkebunan saja (karena 80 persen dari mereka adalah pekerja di perkebunan), mereka juga adalah administrator berpendidikan Inggris yang ditempatkan di bagian administrasi negara. Orang India bekerja sebagai pengacara, administrator, perwira, manajer perkebunan, dan lebih banyak lagi karena tingkat pendidikan mereka yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Melaya dan Cina pada saat itu.
Orang Cina dibawa sebagai penambang timah dan pekerja di ladang rempah-rempah, terutama di tempat-tempat seperti Johor. Banyak dari mereka datang ke Malaya dengan hanya mengenakan pakaian di badan mereka karena kesulitan yang mereka hindari (di Cina Daratan yang pada waktu itu mengalami perang saudara, masalah narkoba dan runtuhnya monarki mereka).
Pada tahun 1900-an, banyak bangsawan di Malaya yang mengirimkan anak-anak lelaki mereka untuk dididik di Timur Tengah (bukannya sekolah-sekolah Inggris) dan mereka menjadi patriotik dan mulai menuntut kemerdekaan sepanjang tahun 1920-an dan 1930-an, tetapi pada saat ini, Inggris sudah belajar tentang bagaimana berurusan dengan patriot berdasarkan pengalaman mereka "berurusan" dengan patriot India di India (antara tahun 1870-an dan 1920-an). Inggris tahu bahwa jika mereka berurusan dengan orang-orang ini dengan cara keras seperti yang mereka lakukan di India, Inggris akan memicu terjadinya perang untuk mendapatkan kemerdekaan secepatnya, sama seperti yang dilakukan Belanda pada Indonesia di waktu yang sama. Jadi Inggris memutuskan untuk mengulur waktu melalui "diskusi damai" dengan para pemimpin daerah, dengan harapan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Namun, semuanya berubah secara drastis ketika Perang Dunia 2 terjadi di Malaya.

Dalam waktu 30+ hari, pasukan Jepang telah bergerak dari Utara dan menyapu Inggris dari Malaya dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, membuktikan kepada penduduk setempat bahwa Inggris bukanlah negara yang tak dapat dikalahkan, seperti yang dipikirkan oleh penduduk setempat.
Hal yang berbeda terjadi selama pendudukan Jepang. Walaupun Jepang adalah penakluk yang brutal, mereka membolehkan para pemimpin daerah untuk memerintah Malaya sendiri untuk jangka waktu tertentu (3 tahun lebih) - sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dilakukan Inggris. Tindakan ini telah memungkinkan politisi daerah untuk memahami bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memerintah Malaya sendiri tanpa bantuan dari orang luar (termasuk Jepang).
Inggris - putus asa untuk mendapatkan kembali kekuasaan atas salah satu koloni dengan sumber daya paling penting di Asia Tenggara, memutuskan untuk melakukan tindakan putus asa lainnya. Mereka mendekati Partai Komunis Malaya
 dan membuat kesepakatan di mana Inggris akan memberikan senjata, taktis, dan dukungan pelatihan bagi Partai Komunis JIKA mereka bersedia melawan Jepang dalam perang gerilya. Sebagai imbalan atas bantuan yang mereka berikan, Inggris setuju untuk mengizinkan Partai Komunis menetapkan dirinya sebagai pemerintah yang berkuasa di Malaya.
Partai Komunis mengambil kesempatan tersebut dan selama 3 tahun ke depan, mereka memang menerima senjata, taktis dan pelatihan untuk melawan Jepang. Tetapi upaya yang dilakukan Partai Komunitas itu hanyalah suam-suam kuku. Alih-alih menyerang dengan keras seperti yang diharapkan Inggris, Partai Komunis meluncurkan taktik tabrak lari di lokasi-lokasi terpencil (sering mengabaikan daerah kota yang lebih besar) dan menghabiskan lebih banyak waktu menyanyikan lagu-lagu propaganda dan melakukan gerakan baris berbaris di tengah hutan.
Tahukah Anda ? ]  Jadi ketika Perang Dunia 2 telah berakhir, selama hampir dua tahun (antara tahun 1946 sampai 1948), ada kekosongan kekuasaan di Malaya dimana partai Komunis dengan cepat mgambil tempat dan menyatakan dirinya sebagai penguasa baru di Malaya. Yang mengejutkan mereka (dan juga semua orang), Inggris kembali dengan rencana baru mereka yang disebut "Uni Malaya
" yang menolak partai Komunitas, mencoba melepaskan kekuatan penguasa setempat dan mencoba memberikan hak dan kewarganegaraan yang setara kepada warga India dan Cina di Malaya. Orang-orang Melayu melawan. Partai Komunis memutuskan untuk melawan juga dan mundur kembali ke hutan tempat mereka melancarkan perang gerilya melawan Malaya dalam apa yang kita kenal sekarang sebagai "The Malayan Emergency
".
 - pelopor dari gerilyawan Komunis Malaya.
Jadi sekarang, Inggris memiliki berbagai macam masalah. Kecuali tentang gerilyawan yang sibuk melancarkan serangan di hutan, tidak ada masalah lain yang bertipe kekerasan. Jadi Inggris memutuskan untuk menyelesaikannya melalui cara diskusi.
Hal pertama yang mereka lakukan adalah mencoba berbicara dengan gerilyawan Komunis untuk menghentikan perang. Perundingan Baling Talks
 yang diadakan antara Chin Peng (pemimpin Partai Komunis), David Marshall, dan Tunku Abdul Rahman. Perundingan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.
Para politisi Malaya (dipimpin oleh Tunku) pergi ke London pada tahun 1951 untuk mencoba mendapatkan kemerdekaan lebih awal tetapi Inggris menolak mereka karena delegasi ini tidak membawa perwakilan dari etnis India dan Cina.
Dua tahun kemudian, mereka mengirim delegasi lain - tetapi kali ini, mereka membawa perwakilan dari komunitas India dan Cina. Kemerdekaan disepakati pada tahun 1957 dengan salah satu syaratnya adalah orang Cina dan India diberi kewarganegaraan. Perang melawan Partai Komunis tidak selesai sampai tahun 1980 ketika gerilyawan Komunis akhirnya menyerahkan diri.

Jadi kita bisa lihat bahwa ada pertempuran dan pertumpahan darah di Malaya pada era sebelum dan sesudah kemerdekaan. Itu tidak melawan Inggris seperti yang terjadi di India atau melawan Belanda seperti yang terjadi di Indonesia.





Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Sejarah Malaysia Bisa Mendapatkan Kemerdekaannya Dari Inggris Tanpa Berperang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya sobat 🙂

Artikel Terkait Lainnya



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini