Selagi Masih Muda Jangan Lupa Investasi ~ Pentingnya Investasi Selagi Muda

0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
Artikel Terbaru Lainnya :






Investasi bukanlah sesuatu yang rumit untuk generasi milenial. Kegemaraan untuk mencari informasi di media mau pun dari berbagai perusahaan jasa keuangan membuat tingkat literasi keuangan meningkat. 

Investasi akan memberikan hasil terbaik apabila dilakukan dalam jangka panjang. Artinya, kalangan milenial memiliki waktu yang paling baik untuk memulai investasi dibandingkan generasi lainnya. Agar dapat memberikan hasil yang terbaik, berikut ini merupakan ciri-ciri investasi terbaik yang dipilih selagi muda.




1. Investasi yang ditujukan untuk tujuan jangka panjang

Berdasarkan hasil survei, milenial memiliki kecenderungan ingin mendapatkan imbal hasil dengan cepat alias instan. Padahal, berinvestasi untuk jangka panjang maka hasil yang diperoleh juga bisa jauh lebih besar. 

Contohnya jika Anda berinvestasi di dana kelolaan berbasis saham sebesar Rp 500 ribu per bulan dengan target imbal balik 15% per tahun, maka hasil yang bisa didapatkan setelah 10 tahun adalah Rp 140 juta. Padahal, modal yang dikeluarkan hanya Rp 60 juta. 

Apalagi kalau Anda ternyata mampu menyisihkan sedikitnya Rp 1 juta per bulan, maka potensi hasilnya bukan hanya dua kali lipat tetapi bisa lebih.

2. Investasi yang dapat dilakukan secara berkala

Opsi sistem investasi debit otomatis akan memudahkan proses setiap bulan dan menjadikan investor lebih disiplin dalam berinvestasi. Debit otomatis ini dibantu dengan sistem yang cara bekerjanya adalah pada saat ada uang masuk, akan langsung terpotong untuk dialokasikan ke dalam instrumen investasi yang dipilih. 

Alternatifnya dengan mempergunakan fitur transfer berkala dari rekening tabungan. Pilihan aset investasi yang dapat dimulai dengan nilai kecil tetapi berkala adalah tabungan berjangka, reksa dana, dan unit-link.

3. Investasi yang legal dan mendapatkan ijin serta diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Kaum milenial memiliki karakter ingin mencoba hal baru, penuh tantangan, dan memberikan imbal hasil tinggi secara cepat. Kekurangan ini menjadi celah bagi penyedia jasa investasi yang memberikan janji investasi tinggi tapi tidak aman, bahkan bodong alias tanpa izin. 

Itu sebabnya hadirnya produk investasi seperti reksa dana dan porsi investasi dalam unit-link yang memberikan imbal hasil baik dan aman bisa menjadi pilihan.

Alokasi setiap bulan untuk pos investasi idealnya minimal 10% dari penghasilan bulanan. Namun, selagi muda, saya sarankan untuk mengejar setidaknya 15% dari penghasilan untuk diinvestasikan. Jadi, apabila saat ini berpenghasilan Rp 7 juta, maka sebaiknya berinvestasi hingga Rp 1 juta setiap bulannya. 

Dalam perencanaan keuangan kalangan milenial, jangan lupa juga untuk menyertakan porsi berjaga-jaga. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun dana darurat dan mengelola proteksi untuk mengantisipasi berbagai hal tak terduga di masa depan. Dana darurat yang dibutuhkan setidaknya 3 kali pengeluaran rutin bulanan sebagai dalam bentuk dana likuid. 

Sedangkan, kebutuhan proteksi bagi kalangan milenial bisa memilih proteksi untuk kesehatan dan proteksi untuk jiwa apabila sudah memiliki pasangan mau pun tanggungan hidup. Baik bagi yang masih single maupun bagi keluarga muda yang sudah memiliki tanggungan maka proteksi dengan investasi dapat menjadi pilihan agar aset investasi tidak tergerus bilamana terjadi faktor risiko seperti sakit kritis mau pun kematian pencari nafkah di usia produktif.

Kalangan milenial sebaiknya mulai memahami kenapa harus berinvestasi dan kenapa harus dilakukan sedini mungkin. Pahami bahwa dorongan untuk konsumsi keinginan gaya hidup pasti selalu ada, namun tetap alokasikan sebagian penghasilan hari ini untuk masa depan yang lebih sejahtera.

Bagaimana pun juga, semua orang pasti ingin hidup nyaman dan tetap memiliki gaya hidup yang menyenangkan, bukan? Live a Beautiful Life!




Hei Milenial, Ini Pentingnya Investasi Selagi Muda



 Apakah Anda termasuk ke dalam generasi milenial? Global Investment Survey di 17 negara yang dilakukan oleh Legg-Mason pada tahun 2017 menyatakan bahwa kelompok masyarakat yang lahir pada tahun 1982-2000 kerap disebut sebagai generasi milenial. 

Salah satu ciri khas generasi milenial adalah senang memiliki gaya hidup yang nyaman, meski pun penghasilan masih terbatas. Bahkan, 48% dari generasi milenial ingin memiliki gaya hidup yang lebih baik di masa depan. Bagaimana caranya?

Milenial memiliki banyak kebutuhan dan keinginan. Biaya untuk memenuhi berbagai tujuan tersebut pasti akan naik setiap tahunnya karena adanya inflasi. Rp 1,5 juta tahun ini mungkin dapat membeli makan seseorang untuk satu bulan. Namun, 10 tahun lagi, Anda mungkin membutuhkan uang setidaknya Rp 3,9 juta untuk membeli jenis makanan yang serupa. 

Menyisihkan penghasilan untuk ditabung lebih sesuai untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Sedangkan, untuk menjaga agar gaya hidup dapat dipertahankan di masa depan maka milenial butuh untuk berinvestasi. 

Investasi pada hakikatnya adalah menunda konsumsi hari ini dengan harapan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menikmati konsumsi di masa depan. Hasil investasi terbaik akan dinikmati dalam jangka panjang. 

Meskipun sebagian dari kaum muda mulai paham tentang bahaya dari risiko inflasi, sayangnya dari hasil beberapa survei lainnya, generasi milenial juga kerap melakukan beberapa kesalahan dalam pengelolaan keuangannya. 






Kesalahan pertama adalah generasi milenial tidak suka membeli aset. Kaum muda jaman sekarang lebih suka membelanjakan kelebihan uangnya untuk pengeluaran berbasis pengalaman seperti liburan, menonton konser musik, dan lainnya. Bahkan, milenial mengalokasikan porsi pengeluaran untuk makan di restoran yang paling besar dibandingkan generasi sebelumnya.

Kesalahan kedua adalah tidak mengalokasikan cukup uang untuk dana pensiun. Masa pensiun adalah masa yang masih jauh perjalanannya bagi kaum muda. Jika target usia pensiun adalah 55 tahun, maka generasi milenial masih memiliki setidaknya 18 tahun bahkan lebih untuk mempersiapkan dana pensiun. 

Sayangnya, semakin lama seseorang menunda investasi, maka semakin besar modal investasi yang dibutuhkan. 

Kesalahan ketiga adalah melupakan pentingnya proteksi dalam perencanaannya. Banyak kejadian yang memiliki dampak finansial meski pun di usia muda seperti sakit kritis, kecelakaan, bahkan kematian di usia muda. 

Akibat menyepelekan faktor risiko tersebut, bisa saja dana yang sudah dihimpun dalam aset investasi akhirnya terpaksa hilang saat berbagai kejadian tak terduga tersebut dialami. Oleh sebab itu, selain harus mulai berinvestasi, kaum muda pun juga harus memiliki proteksi secara berdampingan.

Investasi terbaik bagi kaum muda idealnya dilakukan secara berkala, dengan nominal berapa pun, namun sedari dini. Alokasi pengeluaran untuk investasi idealnya minimal 10% dari penghasilan.


Bahkan, jika masih lajang, Anda seharusnya dapat mengalokasikan minimal 15% dari penghasilan. Mengalihkan pembelian kopi impor 4 kali dalam sebulan menjadikan kaum muda punya modal Rp 200 ribu untuk berinvestasi. 

Jika diinvestasikan ke dalam dana kelolaan berbasis saham selama 20 tahun ke depan, potensi pengembangan dana dapat mencapai Rp 200 juta.

Pemilihan aset investasi pun memegang peranan penting dalam kesuksesan berinvestasi selagi muda. Untuk tujuan jangka pendek, kaum muda boleh saja memiliki aset yang lebih konservatif seperti tabungan mau pun emas. 

Namun, untuk tujuan jangka panjang, aset investasi yang dipilih sebaiknya yang berpotensi memberikan imbal hasil melebihi tingkat inflasi tahunan. Secara statistik, beberapa contoh aset investasi yang dapat digunakan untuk jangka panjang contohnya adalah reksa dana berbasis saham, porsi investasi unit-link berbasis saham, mau pun aset seperti properti. 

Pahami bahwa setiap aset investasi mengandung risiko dan tidak dijamin hasilnya seperti tabungan biasa. Namun, jika tidak berani berinvestasi, maka risikonya adalah kaum milenial berpotensi tidak dapat memiliki gaya hidup yang nyaman di masa depan.


Disiplin dalam menyisihkan penghasilan adalah kunci sukses berinvestasi. Hal ini dapat dibantu apabila kaum muda berkomitmen untuk mengikuti program investasi yang mengajak investor untuk berinvestasi secara berkala. 

Yuk, jangan lupa merancang masa depan yang sejahtera dengan tepat berinvestasi selagi muda. Live a Beautiful Life





Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Selagi Masih Muda Jangan Lupa Investasi ~ Pentingnya Investasi Selagi Muda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya sobat 🙂

Artikel Terkait Lainnya



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini