Ternyata Seperti ini Proses Pencernaan Mie Instan dalam Perut Manusia

0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
Artikel Terbaru Lainnya :






Seorang dokter meneliti proses perjalanan mie instan dalam perut manusia. Hasilnya mengejutkan karena mie instan membutuhkan proses metabolisme yang cukup lama.

Dilansir dari Life Hack (17/6) dampak buruk konsumsi mie instan ditunjukkan oleh seorang dokter yang secara khusus meneliti proses pengolahan mie instan di dalam perut manusia. Mie instan ternyata cenderung membutuhkan waktu lama untuk diproses. Organ tubuh dipaksa bekerja lebih keras saat mie instan masuk ke dalam perut.




Dr. Kuo meneliti hal ini dengan cara memasukkan kamera berukuran kecil ke dalam perut orang yang baru saja menyantap mie instan. Ia lantas membandingkan dengan orang yang makan mie segar buatan sendiri.

"Hal yang paling mengejutkan tentang percobaan kami ini ketika melihat pada interval waktu. Katakanlah dalam satu atau dua jam, kami melihat mie instan yang diproses di dalam perut tidak terlalu rusak (hancur) dibandingkan mie buatan sendiri," kata Dr. Kuo.

proses cerna mie instanproses cerna mie instan Foto: istimewa/dok. Dr Kuo
Dalam rekaman kamera terlihat setelah dua jam, mie segar hampir sepenuhnya dicerna, organ dalam perut memecah mie sebagaimana mestinya. Kemudian dibandingkan dengan mie instan yang walaupun sudah dicerna selama 2 jam tapi bentuknya masih utuh.

Kamera mikro seukuran kapsul vitamin ini merekam aktivitas perut selama 32 jam. "Apa yang kami lihat di sini adalah organ perut bolak-balik mencoba menggiling mie instan," jelas Dr. Kuo.

Penelitian ini membuktikan kalau mie instan lebih sulit dicerna. Organ dalam perut juga seolah dipaksa terus menerus menghancurkan tekstur mie instan agar bisa masuk ke tahap metabolisme selanjutnya.

Dr. Kuo beranggapan, bahan yang membuat mie instan sulit dicerna adalah pengawet Terriary-butyl hydroquinone (TBHQ). TBHQ adalah aditif yang biasa digunakan dalam makanan olahan murah, seperti mie instan dan popcorn instan.

FDA mengatakan bahwa TBHQ tidak boleh melebihi 0,02 persen dari kandungan minyak dan lemak makanan. Sejumlah kecil TBHQ mungkin tidak akan membunuh Anda tetapi berpotensi dapat memiliki efek jangka panjang pada kesehatan seperti melemahnya organ tubuh dan timbulnya kanker serta tumor.

Sayangnya, penelitian Dr. Kuo terlalu minim data. Masih banyak serangkaian tes lainnya yang perlu diuji demi mendapatkan data yang valid. Tapi sebagai langkah antisipasi, sebaiknya kurangi konsumsi makanan olahan dan makanan instan agar organ tubuh tetap sehat dan bekerja normal sebagaimana mestinya.





Boleh Dimakan Tiap Hari? Ini Saran Ahli Gizi

 Mie instan sering kali jadi salah satu makanan andalan dikala lapar karena sangat praktis dibuat. Rasanya yang gurih tentu disukai banyak orang. Tapi bolehkan dikonsumsi setiap hari?

Selain telur, mie instan juga kerap kali menjadi stok bahan makanan kering. Saat malas keluar rumah atau lapar tengah malam, cukup panaskan air hingga mendidih dan masak mie instan dengan menambahkan bumbu gurihnya.

Akan tetapi, konsumsi mie instan secara terus menerus tentu tidak baik untuk kesehatan. Menurut ahli gizi, Leona Victoria Djajadi, MND kepada detikFood (03/05) mengatakan bahwa mengonsumsi mie instan setiap hari tidak dianjurkan. Karena mie instan memiliki kandungan nutrisi yang tidak lengkap. Walaupun mengenyangkan tetapi tidak bernutrisi.



Ada dua jenis varian mie instan yaitu mie goreng dan rebus. Untuk mie rebus banyak orang yang memilih untuk mengganti air rebusan mie instan dengan air panas baru. Hal ini sejalan dengan pendapat Victoria yang menyarankan untuk membuang air rebusan mie instan.

"Lebih baik gunakan air rebusan baru atau kaldu buatan sendiri. Karena air cucian pertama biasanya mengandung lebihan pati dan sisa pewarna (kuning)," jelas ibu dua anak ini.

Satu takaran saji mie instan dapat menyumbang 400 Kkal atau sekitar 20 persen dari total kebutuhan energi harian. Konsumsi mie berlebihan bisa mengarah pada terjadinya obesitas, karena secara nutrisi tubuh akan tetap merasa "lapar" karena kebutuhan mikronutrisinya tidak terpenuhi. Sehingga dapat memancing kita untuk selalu makan untuk memenuhi kebutuhan mikronutrisi tersebut.

"Konsumsi mie instan jangan berlebihan. Dalam sebulan maksimal 4 kali atau 1 kali seminggu," ujar wanita cantik ini.

Berbahan utama karbohidrat, jika hanya mie yang dikonsumsi tentu tidak masuk dalam gizi seimbang. Victoria menyarankan untuk meracik mie yang lebih sehat dengan beberapa cara yaitu menggunakan air kaldu buatan sendiri, ditambahkan dengan banyak sayuran rebus dan menambahkan protein yang baik sepetri telur atau ayam suwir.



Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Ternyata Seperti ini Proses Pencernaan Mie Instan dalam Perut Manusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya sobat 🙂

Artikel Terkait Lainnya



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini