Kisah Robot Buatan Kesultanan Turki Utsmani Sebagai Hadiah Kepada Pangeran Kekaisaran Jepang

0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
Artikel Terbaru Lainnya :






Selama ini kita mengenal negara maju seperti Jepang yang pandai membuat robot. Robot yang dapat membantu pekerjaan sehari-hari hingga robot yang berbentuk manusia dapat dibuat Jepang.

Tapi tahukah Anda ? Ternyata Jepang pernah mendapat hadiah robot dari negara lain.
Tepatnya pada tahun 1889, Sultan Abdulhamid II mengirimkan sebuah hadiah berupa robot pada Pangeran Jepang pada saat itu (Komatsu).

Dikutip dari Sultan of Projects Abdulhamid HanOttoman Sultanate melansir bahwa robot tersebut dibuat oleh seorang pembuat jam bernama Musa Dede atas permintaan Sultan Abdulhamid II.
Setiap jam robot tersebut akan membuka tangannya lalu melangkah setengah meter kemudian mengumandangkan Azan.
Setelah Azan selesai dikumandangkan, robot tersebut akan kembali ke posisi semula.
Robot bernama Alamet tersebut memiliki tinggi seukuran manusia. Terdapat emas dan perak pada bagian tubuhnya. Lalu, apakah robot tersebut yang kemudian menginspirasi para insinyur Jepang untuk membuat robot ? Wallahu a’lam. [islamedia/abe]

Robot Pertama Di Dunia Diciptakan Oleh Ilmuan Muslim Bernama Musa Dede


Dalam sebuah dokumen sejarah Kekaisaran Ottoman terungkap bahwa teknologi robot pertama ditemukan oleh ilmuwan muslim yang berasal dari Turki. Cerita tersebut bermula di 1887. Ketika itu, keponakan Kaisar Jepang, Pangeran Komatsu datang ke Istanbul untuk memberikan hadiah untuk Sultan Abdulhamid Han.






Pada 1889, Kaisar Meiji kembali mengirim utusan pribadi ke Istanbul untuk memberikan beberapa hadiah dan sebuah surat rahasia untuk Sultan Abdulhamid Han. Dalam surat tersebut, Kaisar Jepang meminta kepada Sultan Turki untuk memberikan informasi mengenai agama Islam, ilmu pengetahuan, dan inovasi teknologi.

Menanggapi surat tersebut, Sultan Turki meminta kepada ahli jam, Musa Dede untuk membuat sebuah jam dengan teknologi yang unik. Musa lalu memikirkan sebuah konsep untuk proyek ini.

Musa lalu memberikan gambaran awal mengenai jam ini kepada sultan. Pada awalnya, sultan menolak konsep yang ditawarkan Musa. Lalu, Sultan menyarankan agar jam ini berbentuk seperti penari sufi. Namun, Sultan juga memberikan ide tambahan yang aneh terhadap jam ini.


Musa sempat kebingungan mendengar permintaan Sultan mengenai penambahan suara adzan. Lalu, Musa terpikirkan mengenai mesin rekaman Gramophone yang diciptakan oleh Thomas Alva Edison. Ia lalu menerapkan teknologi tersebut agar jam ini dapat melantunkan adzan.

Setelah beragam macam percobaan, jam ini akhirnya selesai dikerjakan. Sesuai permintaan Sultan, jam ini memiliki bentuk seperti penari sufi. Pada waktu yang telah ditentukan, jam ini dapat membuka kedua lengannya dan melantunkan adzan.


Musa akhirnya menyerahkan jam seukuran manusia tersebut ke Sultan. Melihat hasil karya Musa, Sultan sangat kagum. Lalu sultan menamai jam ini dengan sebutan 'Alamet' yang berarti keajaiban.

Jam Alamet segera dikirimkan ke kaisar Jepang dengan menumpang sebuah kapal. Alamet berhasil mendarat di pelabuhan Yokohama di Juni 1890. Sayangnya, jam ini sekarang tidak diketahui keberadaanya.

Namun peristiwa ini tercatat dokumen sejarah dan arsip Ottoman. Demikian seperti dikutip dari onaltiyildiz.


Via : okezone.com



Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Kisah Robot Buatan Kesultanan Turki Utsmani Sebagai Hadiah Kepada Pangeran Kekaisaran Jepang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya sobat 🙂

Artikel Terkait Lainnya



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini