Mengapa Bukalapak tidak lagi seagresif Tokopedia dan Shopee dalam iklan dan promosi, padahal mereka dulu yang memimpin ?

0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
Artikel Terbaru Lainnya :







Karena ada perubahan besar-besaran di internal Bukalapak. Sehingga pola pikir manajemen pun berubah.

Oke, kita bahas sejarah singkat Bukalapak terlebih dahulu.

Bukalapak didirikan pada tanggal 10 Januari 2010 oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid di sebuah rumah kos semasa berkuliah di Institut Teknologi Bandung. Momentum awal bagi kemajuan Bukalapak adalah ketika tren pengguna sepeda lipat melonjak pada tahun 2010. Pada saat itu, terdapat banyak komunitas yang menjual berbagai sepeda dan aksesorisnya dengan harga terjangkau sehingga meramaikan dan meningkatkan pertumbuhan pengguna di Bukalapak secara signifikan.[1]

PERMASALAHAN BUKALAPAK

Bagi yang tidak rutin mengikuti berita startup. Mungkin pada tidak tahu bahwa para Founders Bukalapak yang disebutkan diatas sudah pada cabut alias mengundurkan diri. Pertama adalah Achmad Zaky, CEO narsis Bukalapak yang sering banget jadi bintang iklan. Hahaha. Dia resign pada Desember 2019.[2]

Nugroho Herucahyono selaku CTO mundur pada Maret 2020.[3]

Bulan April 2020, Zaky & Nugroho mendirikan Perusahan Investasi yang fokus untuk pendanaan investasi startup yang disebut dengan init 6.[4]

Yah… Founder Bukalapak sisa Fajrin Rasyid doang dong… Sosok cerdas lulusan ITB ber IPK 4.0.. Sayang sekali Fajrin Rasyid harus hengkang dari Bukalapak pada bulan Juni 2020, karena mendapat tawaran sebagai direktur digital business di TELKOM.[5]

Di dunia startup, startup itu ibaratkan bayi. Para founder adalah orang tua kandungnya. Dan Bukalapak ditinggalkan orang tua kandungnya :((((

Oke sebelum para founder ini cabut, kondisi Bukalapak ada masalah. Di September 2019. Bukalapak mem-PHK ratusan karyawannya dengan alasan perampingan dan efisiensi perusahaan. Bahkan Bukalapak menutup divisi IoT(Internet of Things), seluruh karyawan di divisi ini di PHK semua termasuk Kepala divisinya. [6]

Kantor Bukalapak di Medan ditutup[7] dan Kantor R&D di Surabaya yang baru saja buka beberapa bulan juga ditutup.[8]

Sungguh ironis, padahal beberapa bulan sebelumnya, sang CEO mengkritik pemerintah soal alokasi dana R&D, eh malah Bukalapak menutup kantor R&D yang baru saja dibuka.

Komunitas

Pada awal berdirinya Bukalapak, Bukalapak melakukan pendekatan komunitas. Dulu banyak sekali di tiap kota, komunitas-komunitas pedagang/UMKM Bukalapak. Mereka dulu sering sekali melakukan kopdar dan sharing-sharing yang difasilitasi oleh Bukalapak. Di Bukalapak sendiri bahkan ada Job Desc untuk mengurusi hal ini. Namanya Community Manager. Sekarang rasa jumlah kopdar komunitas mereka sangat jauh berkurang dikarenakan wabah COVID.

Dana Investasi

Menurut berita yang saya cari, Bukalapak terakhir kali mendapatkan pendanaan investasi itu pada Bulan Oktober 2019.[9] Sementara Tokopedia baru-baru ini mendapatkan suntikan dana dari Temasek.[10] Jadi, Tokopedia lebih kuat untuk bakar-bakar duit.

Catatan Kaki



Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Mengapa Bukalapak tidak lagi seagresif Tokopedia dan Shopee dalam iklan dan promosi, padahal mereka dulu yang memimpin ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya sobat 🙂

Artikel Terkait Lainnya



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini