Mengapa orang Turki banyak yang lebih menyukai Ataturk daripada Erdogan ?

0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
Artikel Terbaru Lainnya :






Sosok Mustafa Kemal Ataturk

Mustafa Kemal Ataturk, Presiden pertama Republik Turki, lahir lahir di Selanik, Kesultan Utsmaniyah, 19 Mei 1881 dan meninggal di Istana Dolmabache, Istanbul, Turki pada 10 November 1938 akibat penyakit sirosis hati.

Mustafa adalah nama lahir yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Kemal yang berarti kesempurnaan, didapat dari seorang guru matematika yang mengakui kecerdasan Mustafa. Nama belakang, Ataturk, diberikan oleh Majelis Agung Turki pada tahun 1934. Ataturk memiliki arti "Bapak Bangsa Turki".



Gambar : Mustafa Kemal Ataturk

Sumber Gambar : Google Image

Meski telah lama tiada, kepopuleran Ataturk tidak lekang hingga saat ini. Ataturk masih menjadi panutan bagi sebagain besar warga Turki. Hal tersebut tidak terlepas dari perjuangan Ataturk dalam kemerdekaan Turki.

Setelah kekalahan Turki akibat besekutu dengan Jerman pada Perang Dunia I, Ataturk memimpin gerakan nasional Turki bersama dengan gerakan rakyat lainnya berniat untuk menggulingkan kesultanan Utsmaniyah dan membaut pemeritahan tandingan. Menurut Ataturk, kebijakan yang dibuat Sultan tidak lagi berdasarkan pada Kepentingan Nasional Turki dan Sultan terus menjadi boneka oleh negara sekutu.

Keberhasilan Ataturk dalam perang Galipolli membawanya kepada posisi sebagai pasya (Brigadir Jendra)l. Posisi tersebut membuat pengaruhnya semakin luas hingga berhasil menggulingkan kesulatan Utsmaniyah. Kesultanan Utsmaniyah secara resmi dihapuskan pada tahun 1921 dan pada tahun 1923 Turki menjadi Republik Sekuler dimana Ataturk menjadi presidennya.


Mengapa orang Turki banyak yang lebih meyukai Ataturk daripada Erdogan ?

Secara umum, tidak dapat dikatakan lebih banyak yang menyukai Ataturk daripada Erdogan. Hal ini karena tidak ada jumlah pasti yang menunjukan dukungan tersbut. Keduanya memiliki pengikutnya masing-masing berdarakan paham yang meraka anut.

Ataturk memimpin Turki dengan berkiblat pada barat, ia menginginkan Turki sebagai negara yang sekuler. Ataturk melakukan banyak perubahan seperti emansipasi perempuan dan penghapusan seluruh Institusi Islam. Selain itu Ataturk merubah cara berpakaian, mengenakan alfabet dan mengganti seluruh huruf Arab dengan huruf Latin. Ataturk juga mengubah kebijakan luar negeri Turki menjadi bersifat netral atau tidak memihak negara manampun melainkan ingin menjalin hubungan yang baik dengan negara tentangga.

Sedangkan Erdogan ingin mengembalikan Turki berkiblat pada Sistem Islam dan mengubah gaya barat. Salah satu buktinya adalah Erdogan menggunakan kembali Hagia Sophia sebagai mesjid. Sebagain masyarakat menilai itu adalah usaha Erdogan untuk menghilangkan pengaruh Ataturk di Turki.

Selain itu, Erdogan juga melarang perayaan Hari Kemenangan setiap tanggal 30 Agustus. Hari Kemenangan adalah salah satu hari nasional di Turki dimana Presiden seharunya memberi penghormatan di mausoleum Kemal Ataturk dan memberikan pidato. Walapun pada tahun ini Erdogan melarang dengan alasan pandemi, tapi tetap saja rakyat menilai Erdogan sedikit demi sedikit mulai memangkas tradisi tersebut.

Maksud Erdogan tersebut semakin diperkuat dengan disingkirkannya gerbong kereta putih Ataturk yang ikonik dari pajangan di terminal kereta Izmir oleh pemerintahan Ergogan. Gerbong kereta yang telah dipamerkan selama 13 tahun tersebut dipindahkan dengan alasan terpengaruh oleh kondisi cuaca. Tapi tetap saja hal tersebut mendapat perlawanan dari Ataturkist Thought Society (ADD).

Gambar : Kereta Putih Ataturk

Sumber Gambar : Google Image

Kepopuleran Atatuk memang tidak hanya sebatas paham sekuler dan demoktatis yang dianutnya saja. Tapi bagi kamum nasionalis Turki, Ataturk tetaplah founding father yang membawa Turki ke kehidupan yang lebih baik. Ataturk tetaplah pejuang yang yang menjadi panutan bagi rakyat Turki karena kehebatanya melawan penjajah.


Bukti kecintaan rakyat Turki teradap Ataturk pernah ditunjukan dengan kepopuleran Tato Ataturk Pada tahun 2010an. Tato Ataturk sangat populer, khusunya di kalangan anak muda. Menurut salah satu pemilik stuido tato diIstanbul, ada sekitar 60% masyarakat ingin mentato tubuhnya dengan tanda tangan Ataturk dan Lambang fundalisme.

Sumber Gambar : Oposisi Turki Goyang Erdogan Lewat Tato Ataturk |Republika Online

Sumber :

Mustafa Kemal Atatürk - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Erdogan Makin Gahar, Saingi Popularitas Mustafa Kemal Ataturk

Oposisi Turki Goyang Erdogan Lewat Tato Ataturk |Republika Online

Semoga Bermanfaat. Ce.



Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Mengapa orang Turki banyak yang lebih menyukai Ataturk daripada Erdogan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya sobat 🙂

Artikel Terkait Lainnya



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini