Misteri Hutang 57 Ribu Ton Emas Amerika Kepada Indonesia dan Kisah Harta Karun di Bank Swiss Hingga Kekayaan Majapahit

0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
Artikel Terbaru Lainnya :






Apakah benar Ribuan Ton Emas Swiss Hingga Kekayaan Majapahit, Kisah Harta Karun Ini Kerap Dihubungkan dengan Sukarno  ? Cerita turun temurun yang membuat banyak orang Indonesia penasaran





Harta warisan berupa emas selalu menjadi kisah yang kerap dihubungkan dengan Sukarno. Salah satu yang terkenal tentu saja adalah soal keberadaan ribuan ton emas yang konon berada di Swiss. Cerita ini begitu meyakinkan lantaran keterkaitannya dengan pihak asing dan juga sebuah surat misterius. Bagi masyarakat Indonesia sendiri, kisah itu seolah jadi harapan akan keberadaannya yang bisa menyelamatkan utang bangsa ini.

Tak cuma desas-desus emas di Swiss, masih banyak cerita harta karun lain yang kerap dihubung-hubungkan dengan presiden pertama Indonesia ini. Beberapa memiliki bukti yang cukup otentik, namun sebagian lain hanya sebuah konspirasi dan imajinasi saja. Seperti apa kisah-kisahnya? Simak ulasan menariknya berikut.


Wasiat Sukarno soal ribuan ton emas yang konon disimpan di bank Swiss

Dokumen The Green Hilton Agreement dan ilustrasi emas [sumber gambar]

Kisah emas Sukarno yang konon disimpan di Swiss telah menjadi sebuah kisah misteri yang dikisahkan dari mulut-mulut. Meski telah berusaha dibuktikan lewat kepemilikan surat-surat yang termaktub dalam “The Green Hilton Memorial Agreement”, para sejarawan di Indonesia secara tegas mengatakan hal tersebut sebuah kebohongan dan tidak masuk akal.

Wangsit harta karun Bung Karno dan Raja Majapahit

Lokasi lubang di bawah batu yang dipercaya menyimpan harta peninggalan Sukarno dan Raja Majapahit [sumber gambar]

Selain harta yang dianggap disimpan di luar negeri, ada pula sekelompok pemburu harta karun di Jember, Jawa Timur, yang berusaha mengungkap keberadaan barang berharga milik si Bung Besar. Berawal dari wangsit adanya harta peninggalan Sukarno dan Raja Majapahit, delapan orang nekat menggali sebuah lubang di bawah sebuah batu yang kawasan Hutan RPH Mumbulsari.

Nekat menggali makam untuk menemukan harta peninggalan Bung Karno

Ilustrasi menggali makam [sumber gambar]
Empat warga Kabupaten Bandung ditangkap polisi karena nekat menggali tanah di kawasan pemakaman umum Cijolang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Motivasinya serupa dengan kejadian yang ada di Jember, yakni menerima wangsit bahwa di sekitar pemakaman tersebut ada harta peninggalan Sukarno.

Harta karun gaib yang dipercaya milik Bung Karno di tepi pantai

Proses penggalian harta karun di tepi pantai yang hebohkan masyarakat Mamuju [sumber gambar]
Usaha pencarian harta karun gaib di bibir pantai Dusun Muara, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, sempat menghebohkan masyarakat. Hal ini terjadi setelah salah seorang tokoh setempat yang bernama Eyang Guru mengaku menerima wangsit adanya tujuh titik lokasi harta karun gaib. Wakapolres Mamuju Utara Kompol Mihardi bahkan menduga harta tersebut merupakan peninggalan Sukarno.

Kisah Sukarno yang meminjam 400 kilogram emas di Aceh

Iwan Gayo dan bukti cek pinjaman 400 Kg emas yang dipinjam Pemerintah RI di masa Soekarno [sumber gambar]
Kisah Sukarno dan emas juga tengah ditelusuri oleh HM Iwan Gayo, seorang penulis asal Aceh yang dikenal dengan buku pintarnya. Dirinya mengaku dalam sebuah pernyataan tertulis akan menelusuri keberadaan 400 kilogram emas milik pengusaha asal Rempelam, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues (Galus) bernama Lebe Ali, yang dipinjam Pemerintah RI pada masa Presiden Sukarno berkuasa.

Cerita-cerita menyangkut soal emas, harta karun, warisan dan sebagainya, memang menjadi sebuah obyek yang menarik karena menggugah rasa penasaran. Hanya saja, beberapa dari kisah tersebut tidak didukung dengan bukti otentik berupa dokumen-dokumen resmi yang diakui. Meski banyak yang skeptis, kisah tentang emas dan Sukarno memang tak pernah lekang dari waktu ke waktu.

Misteri Hutang 57 Ribu Ton Emas Amerika Kepada Indonesia

Percaya atau tidak, sebenarnya sejak dulu sampai hari ini kita semua, rakyat Indonesia, harusnya hidup bergelimang harta. Bukan hanya karena Indonesia dilimpahi banyak hal, namun kita punya piutang besar sekali dari negara-negara di dunia, Amerika khususnya. Sejak zaman penjajahan atau bahkan lebih jauh lagi, sudah tak terhitung banyaknya harta-harta nenek moyang yang diboyong keluar. Memang tidak ada bukti yang valid, namun percayalah jika kita dulunya sangat-sangat kaya.

Salah satu harta yang kita miliki adalah 57 ribu ton emas yang konon dipinjam oleh Amerika kepada Indonesia. Bayangkan, 57 ribu ton emas kalau dibagi kepada semua orang Indonesia, berapa banyak yang bakal kita dapatkan? Mungkin lebih dari 10 kilo per orang. Atau kalau dikonversikan jumlahnya mungkin lebih dari jutaan triliun Rupiah. Kita berhak atas ini namun kenyataan yang ada jauh berbeda.

Hingga kini emas-emas tersebut misterius, entah keberadaannya lebih-lebih status kepemilikannya. Konspirasi tingkat tinggi telah berlaku di sini. Lalu, seperti apa misteri dari hutang emas seharganya triliunan dolar ini? Simak ulasannya berikut.

Green Hilton Memorial Agreement, Bukti Sah Hutang Amerika

Seperti yang sudah disinggung di bagian pengantar. Banyak sekali harta-harta kita yang terbang ke luar negeri. Akan sangat panjang untuk menelurusi kenapa dan bagaimananya. Namun yang jelas, pada akhirnya harta-harta yang rata-rata berbentuk emas ini terkumpul sebagian dengan jumlah sekitar 57 ribu ton tadi.

Green Hilton Memorial Agreement [Image Source]
Green Hilton Memorial Agreement [Image Source]

Kemudian Amerika Serikat lewat Presiden mereka John F Kennedy, meminta belas kasih Presiden Soekarno untuk meminjam harta ini demi pembangunan Amerika. Presiden pertama kita itu menyetujuinya, dan kemudian perjanjian ini dituangkan dalam Green Hilton Memorial Agreement yang dibuat pada tahun 1963. Hal ini jadi bukti valid kalau Amerika punya hutang besar kepada kita.

Kontroversi Isi Perjanjian

Pada perjanjian tersebut diketahui Soekarno memberikan emas-emas itu. Namun, sebagai imbalannya, presiden pertama ini meminta royalti sebesar 2,5 persen per tahun. Di samping itu, presiden Soekarno juga memberikan izin kepada Amerika untuk menambang di Indonesia. Asal, emasnya sama sekali tidak boleh dibawa keluar.

Ilustrasi emas batangan [Image Source]
Ilustrasi emas batangan [Image Source]
Kennedy menyetujui hal ini. Bahkan ia menyanggupi jika perjanjian ini dilanggar, maka negaranya siap menerima sanksi berupa pengembalian paksa 57 ribu emas tadi. Perjanjian pun ditandatangani banyak orang dan saksi. Sayangnya, implementasi janji ini pun mulai terlihat goyah dan tidak seperti apa yang seharusnya.

Kematian Kennedy Berbuah Fatal Bagi Perjanjian Hilton

Tak lama setelah perjanjian tersebut dibuat atau tepatnya di tahun 1963, Kennedy pun tewas terbunuh dalam sebuah parade di tahun yang sama. Kematian ini pun berbuah fatal terhadap implementasi perjanjian penting itu. Kabar ini tentu saja mengagetkan Bung Karno. Pasalnya, skenario seperti ini tidak pernah terbayangkan olehnya.

Kematian John F Kennedy [Image Source]
Kematian John F Kennedy [Image Source]
Sudah jelas beliau segara menuntut semua harta ini dikembalikan, namun sayangnya hal tersebut tidak pernah terealisasi. Konon, emas-emas berharga itu dipindahkan ke suatu bank dan kemudian diklaim oleh pihak-pihak tertentu.

Kematian Kennedy Berdampak Pada Lengsernya Soekarno

Selang dua tahun dari kematian Kennedy atau tepatnya tahun 1965, terjadilah pergolakan besar di Indonesia yang dikenal dengan G30S. Diduga ini juga merupakan skenario buatan untuk melengserkan Soekarno dari kepemimpinan. Dalangnya sendiri diduga adalah CIA.

Pemakaman Bung Karno [Image Source]
Pemakaman Bung Karno [Image Source]
Benar saja, setelah tragedi ini usai, posisi Soekarno terus turun dan akhirnya didepak oleh juniornya sendiri, yakni Soeharto. Masih teringat akan hutang-hutang Amerika, Soekarno terus berkeinginan menututnya. Namun fisiknya sudah lemah dan sakit-sakitan, apalagi posisinya sudah bukan orang berpengaruh lagi. Pada akhirnya, seiring dengan kematian sang presiden pertama, maka raib sudah harapan Indonesia untuk mendapatkan warisan yang tak karuan banyaknya itu.

Rusaknya Perjanjian Berbuah Dikeruknya Tanah Papua

Meskipun sangat berat, kehilangan 57 ribu ton emas bukan hal yang terlalu buruk. Setidaknya, Indonesia masih punya cadangan emas yang melimpah di Papua. Sayangnya, perjanjian penting itu tidak lagi valid. Dan dimulai dari era Soeharto, Freeport mulai mengais emas-emas di tambang Grassberg dan membawa semuanya. Mereka hanya membayar royalti yang sangat sedikit dibandingkan jumlah yang dibawa.

Tambang Freeport [Image Source]
Tambang Freeport [Image Source]
Hingga hari ini emas-emas Papua terus dikeruk dengan egois. Pemerintah yang sekarang mungkin akan berupaya untuk memperbaiki keadaan walaupun kesannya lambat. Atau mungkin jangan-jangan malah memberikan izin untuk eksplorasi emas yang lebih besar di wilayah Papua lainnya. Miris, ini sama sekali tak seperti rencana Bung Karno, dan hasilnya memang benar-benar buruk bagi Indonesia.

Bayangkan jika semua harta ini tetap di Indonesia, entah emas warisan atau emas Freeport. Kita pasti jadi miliuner sekarang. Orang-orang yang tinggal di gerobak sampah atau kolong jembatan, mungkin sudah bolak-balik trip ke Eropa saking kayanya. Sayangnya, apa yang terjadi bukan seperti itu. Andai sejarah bisa dipelintir, mungkin semuanya bisa benar-benar berbeda sekarang.

Tentang emas-emas warisan itu, apakah sanggup bagi bangsa Indonesia merampasnya kembali? Jangan-jangan negara ini sudah jadi pengecut yang bahkan tak berani menuntut haknya sendiri.




Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Misteri Hutang 57 Ribu Ton Emas Amerika Kepada Indonesia dan Kisah Harta Karun di Bank Swiss Hingga Kekayaan Majapahit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya sobat 🙂

Artikel Terkait Lainnya



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini