Pesan Rasulullah Kepada Penegak Hukum & Doa Nabi untuk Para Pejabat yang Menyusahkan Umatnya

0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
Artikel Terbaru Lainnya :






Hati-hati! Ini Doa Rasulullah untuk Para Pejabat yang Menyusahkan Umatnya


Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah vertikal (hablumminallah), namun juga sangat perhatian terhadap urusan muamalah (hablumminananas). Itu sebabnya Al-Qur’an mengajarkan doa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al-Baqarah: Ayat 201)

Saat ini ramai gelombang protes terhadap pengesahan UU Cipta Kerja yang disahkan oleh pejabat DPR dan pemerintah. Kebijakan para pejabat negara ini dianggap merugikan dan menyusahkan masyarakat dan kalangan pekerja.




Dalam persfektif syariat, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم telah mengingatkan umatnya agar menjauhi perkara zhalim. Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan pesan khusus kepada para pejabat agar berlaku adil dan amanah. Dalam satu Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, beliau berdoa:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم

“Ya Allah, siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia”. (HR. Muslim No 1828)

Menurut Ustaz Farid Nu’man Hasan (Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia), Hadis ini menunjukkan pembelaan Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada umatnya dan kepada para pejabat yang berbuat baik kepada umatnya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم mendoakan kebaikan bagi mereka. Betapa beruntungnya mereka.

Imam Ibnu Al Malak rahimahullah menjelaskan makna doa Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

أي: رحمهم ويسَّر عليهم

“Yaitu sayangilah dan mudahkanlah mereka”. (Syarh Al Mashabih, 4/257). (Baca Juga: Ketika Kekuasaan Mengalami Kepanikan, Al-Qur’an Juga Mengisahkannya )

Hadits ini juga menunjukkan sikap tegas Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada mereka yang menyusahkan umatnya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم mendoakan keburukan bagi mereka. Betapa meruginya mereka.

Imam Ibnu Al-Malak rahimahullah menerangkan makna doa buruk tersebut:

أي:عسَّر عليهم أمورهم وأوصل المشقة إليهم

“Yaitu persulitlah urusan mereka (yang menyulitkan manusia) dan antarkanlah kesempitan hidup kepada mereka.

Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan:

هَذَا مِنْ أَبْلَغ الزَّوَاجِر عَنْ الْمَشَقَّة عَلَى النَّاس ، وَأَعْظَم الْحَثّ عَلَى الرِّفْق بِهِمْ ، وَقَدْ تَظَاهَرَتْ الْأَحَادِيث بِهَذَا الْمَعْنَى

“Ini termasuk hadis yang paling tajam larangan keras mempersulit urusan manusia, dan dorongan yang paling besar dalam bersikap lembut kepada mereka, dan banyak hadits dengan makna seperti ini.” (Syarh Shahih Muslim, 6/299)

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar membuat bab berjudul:n”Bab Bolehnya doa seseorang (dengan doa keburukan) kepada orang yang menzalimi kaum muslimin atau menzalimi dirinya seorang.”

Beliau rahimahullah menjelaskan:

وَقَدْ تَظَاهَرَ عَلىَ جَوَازِهِ نُصُوْصُ الْكِتَابِ وَالسُنَةِ وَأَفْعَالُ سَلَفِ الْأُمَةِ وَخَلَفِهَا

“Telah jelas kebolehan hal tersebut, berdasarkan nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah. Juga berdasarkan perbuatan generasi umat Islam terdahulu (yaitu salaf) maupun generasi terkemudian (khalaf).” (Al Adzkar, 1/493).

Pemimpin Adil Akan Dinaungi Allahdi Hari Kiamat
Rasulullah صلى الله عليه وسلم berpesan kepada umatnya bahwa setiap kalian adalah orang yang bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Beliau bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas keluarga yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang pembantu adalah pemimpin di rumah majikannya dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad, Malik dan Ibnu Hibban)

Dalam riwayat lain, Nabi صلى الله عليه وسلم menyampaikan 7 golongan yang akan dinaungi Allah Ta’ala pada hari Kiamat.

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دعته امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan ‘Arsy Allah Ta’ala dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah Ta’ala, yaitu:
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala
3. Seorang yang hatinya senantiasa terpaut (bergantung) dengan masjid
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala. Mereka berkumpul karena Allah dan mereka pun berpisah juga karena Allah Ta’ala.
5. Seorang yang diajak wanita untuk berbuat zina, dimana wanita itu memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia mampu mengucapkan, “Sungguh aku takut kepada Allah”.
6. Seorang yang bersedekah dan dia sembunyikan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
7. Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehingga kedua matanya meneteskan air mata.

Wallahul Musta’an! (sdo)

Pesan Rasulullah Kepada Penegak Hukum


Tanpa hukum dan aturan , manusia akan hidup sesuka hatinya. Yang lemah akan ditindas, yang kuat akan berlaku zalim sesuka hatinya. Itulah sebabnya Islam sangat memuliakan aturan ( syariat ) agar tercipta keadilan (Al-‘Adl) dan kemaslahatan umat.

Dalam bingkai kenegaraan juga demikian, hukum adalah panglima tertinggi yang harus dihormati. Prinsip keadilan merupakan hal yang wajib dijunjung tinggi terutama bagi para-penegak hukum. Manakala hukum dipermainkan, tatanan kehidupan akan berantakan dan membuka ruang terjadinya kezaliman .

Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika hijrah ke Madinah, hal yang pertama beliau lakukan adalah membuat peraturan setelah mempersaudarakan kaum Muhajirin-Anshar dan mendirikan masjid. Begitu pentingnya tatanan hukum hingga Rasulullah menempatkan syariat sebagai hal yang wajib ditegakkan.

Demimewujudkan kemaslahatan umat, prinsip keadilan inilah yang dipegang oleh Islam sebagaimana firman-Nya:

اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرً


“Sesungguhnya Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS An-Nisa: 58)

Pada ayat lain, Allah Ta’ala mengingatkan kita dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu para penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.’ (QS Al-Maidah: 8)


Pesan Rasulullah
Sejatinya penegakan hukum itu dapat melebur dan menghapus dosa bagi pelaku kejahatan di samping bertobat. Tapi ingat, penegakan hukum yang dimaksud harus benar-benar adil. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

دٌّ يُعْمَلُ بِهِ فِى الأَرْضِ خَيْرٌ لأَهْلِ الأَرْضِ مِنْ أَنْ يُمْطَرُوا أَرْبَعِينَ صَبَاحًا

“Suatu hukum yang ditegakkan di bumi lebih baik baginya daripada diberi hujan selama empat puluh hari.” (HR an-Nasai, Ibnu Majah)

Dikisahkan, seorang perempuan Mukhzumiyah terpandang terlibat kasus pencurian. Orang-orang Quraisy berembuk siapakah yang layak diutus untuk “membicarakan” kasus perempuan itu kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Maka diutuslah Usamah bin Zaid menemui Rasulullah agar kasus perempuan itu cukup diselesaikan secara kekeluargaan atau permintaan maaf saja demi menjaga nama baik sukunya.

Lantas apa jawaban Rasulullah ? “Apakah kamu mau memintakan keringanan penetapan keadilan hukum Allah?” sabda Rasulullah kemudian berkhutbah: “Wahai manusia, sesungguhnya yang merusak/membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah bahwa mereka dulu apabila orang mulia di antara mereka yang mencuri, maka mereka membiarkannya. Akan tetapi, jika orang lemah di antara mereka yang mencuri, maka mereka menegakkan hukum atas orang tersebut. Demi Allah, sekiranya Fathimah binti Muhammad mencuri, sungguh aku akan potong tangannya”. (HR Al-Bukhari).


Di riwayat lain disebutkan maka berubahlah wajah Rasulullah صلى الله عليه وسلم lalu beliau bersabda: “Apakah engkau akan memberi syafa’at dalam urusan keringanan hukum-hukum Allah?” Usamah berkata, “Mintakanlah ampunan untukku, ya Rasulullah!”

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, saya telah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggung jawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggung jawaban) darihal hal yang dipimpinnya.” (HR Al-Bukhari, Muslim)

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, saya telah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Ya Allah siapa yang menguasai sesuatu dari urusan umatku, lalu mempersulit mereka, maka persulitlah baginya. Dan siapa yang mengurusi umatku lalu berlemah lembut pada mereka, maka permudahlah baginya.” (HR Muslim)

(sdo)



Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Pesan Rasulullah Kepada Penegak Hukum & Doa Nabi untuk Para Pejabat yang Menyusahkan Umatnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya sobat 🙂

Artikel Terkait Lainnya



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini