Rahasia Rahasia kotor per-BANK-an yang Perlu kamu ketahui

0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
Artikel Terbaru Lainnya :










  1. Bank tidak pernah menyimpan uang yang kita tabung. Coba Anda bayangkan, saat kita menabung di bank yang terjadi adalah kita menyerahkan sejumlah uang tunai dan diterima oleh teller bank, lalu si teller langsung mencetak jumlah angka dari uang yang kita setorkan sebagai bukti. Namun apakah Anda pernah berpikir setelahnya, di mana uang yang Anda setor tadi akan disimpan? Pasti Anda langsung berpikir bahwa uang Anda disimpan di dalam brankas bank. Jawaban tersebut sedikit benar. Tapi tahukah Anda bahwa uang Anda sebenarnya mungkin tidak ada di dalam brankas bank tersebut. Karena ada ketentuan jumlah uang tunai yang boleh disimpan di dalam brankas kantor cabang sebuah bank, bisa jadi hanya sekitar 20% saja dari total simpanan nasabah pada cabang tersebut. Lalu disimpan di manakah uang Anda sebenarnya? Jika sebuah bank memiliki uang tunai lebih dari batas yang ditentukan oleh Bank Indonesia, maka uang tersebut wajib disetor ke kantor perwakilan Bank Indonesia yang terdekat. Dan BI akan menyalurkannya kembali kepada bank lain yang memiliki stok uang tunai lebih sedikit. Artinya uang yang Anda setorkan tadi akan beredar kemana-mana dan tentu saja ini tidak aman. Apabila terjadi kemungkinan terburuk yaitu adanya penarikan serentak dari seluruh nasabah bank, maka bank tersebut tidak akan bisa memenuhi semua penarikan tersebut karena stok uangnya terbatas. Jadi uang yang kita setorkan ke bank saat menabung berarti sudah wassalam, dan tinggal berganti menjadi angka di buku tabungan.
  2. Bisnis bank didominasi jual beli uang. Secara sederhana pengertian bisnis bank adalah untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan mengedarkannya kembali dalam bentuk pinjaman. Namun jika kita analisa lebih lanjut sebenarnya uang yang disimpan oleh nasabah akan dijual oleh bank kepada orang lain yang membutuhkan pinjaman dengan nilai yang lebih mahal (karena adanya bunga). Walaupun nasabah yang menabung juga mendapatkan bunga tabungan, tetapi bunga tersebut tidak pernah lebih besar dari bunga pinjaman yang diberikan bank kepada debitur. Sebagai contoh anggaplah kita menabung di bank Rp 100juta dengan imbalan bunga 1% per tahun, maka bank akan meminjamkan uang Rp 100juta tersebut kepada debiturnya dengan bunga mungkin sekitar 10%. Artinya di sini bank membeli dana dari nasabah dengan bunga yang kecil, lalu menjualnya lagi kepada debitur dengan bunga yang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan.
  3. Modal bank hanya 14%. OJK mengatur modal minimal bank antara 8%-14% dari total asetnya, tergantung profil risikonya. Jumlah tersebut tentu sangat kecil. Coba Anda bayangkan, sebuah bank dengan modal hanya Rp 140juta dapat memberikan pinjaman kepada debitur sebesar Rp 1 Milyar. Terus gimana caranya? Uang yang dipinjamkan sebesar Rp 860juta lagi dari mana? Ya itu tadi dana dari simpanan nasabah. Jadi yang dipinjamkan ke debitur itu sebenarnya hanya sedikit uang milik bank, lebih dari 80% adalah milik nasabah. Dan seandainya uang yang disalurkan sebagai pinjaman sebesar Rp 1 Milyar tadi semuanya macet, maka yang paling banyak dirugikan adalah nasabah, sementara bank hanya rugi sekitar 14% saja.

Mungkin setelah membacanya Anda menjadi malas menyimpan uang di bank atau mengajukan kredit dengan bunga tingginya. Jadi sebenarnya sistem perbankan itu tidak lah bagus dan cenderung manipulatif. Memang banyak orang masih berdebat tentang keberadaan bank. Menurut saya bank tetap diperlukan, asal saja semua sistemnya diubah total. Jadi fungsi bank benar-benar menjadi tempat menabung dan berhutang bagi yang memerlukan, bukan jual beli duit. Selain itu bank jg bisa menyediakan fasilitas transfer, safe deposit box, dll sebagai sarana untuk mencari keuntungan.


Pengetahuan yang bagus, dan bisa dirangkum dalam satu kata, yaitu " Riba"





Uang: 100rb.

  1. Anton menabung 100rb di BANK
  2. Budi meminjam 100rb dari BANK
  3. Budi transfer 100rb kepada Cencen atas jasa perbaikan atap
  4. Cencen transfer 100rb kepada Doni atas pembelian Mie Ayam 10 mangkuk
  5. Doni transfer 100rb kepada Emil atas pembelian 5 ekor Ayam potong
  6. Emil mengambil uang tersebut dari Bank dan menyimpannya di bawah kasur

Hasil: dengan uang 100rb yang berasal dari Anton, maka telah terjadi 3x transaksi dan menghidupi perekonomian 3 orang

  1. Anton punya uang 100rb.
  2. Anton menyimpan 100rb di bawah bantal
  3. Budi mau minjam uang, tidak ada.
  4. Budi tidak bisa memperbaiki atap
  5. Tidak ada yang memesan jasa Cencen untuk memperbaiki atap
  6. Tidak ada yang beli 5 ekor Ayam potong Emil, karena Cencen tidak ada uang

Begitulah perekonomian yang berhasil dibuat oleh uang 100rb yang ditabung di Bank






Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Rahasia Rahasia kotor per-BANK-an yang Perlu kamu ketahui

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya sobat 🙂

Artikel Terkait Lainnya



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini